Jadwal Keberangkatan RORO di Lingga Tidak Konsisten, Pasokan Sembako Jadi Terganggu

HITAMPUTIHNEWS.COM, Lingga – Jadwal keberangkatan RORO di Kabupaten Lingga Provinsi Kepri sudah tidak konsisten lagi. Akibatnya pasokan kebutuhan pokok yang masuk ke Lingga menjadi terganggu.

Salah satu faktor penyebabnya adalah subsidi RORO KMP Senangin yang melayani pelayaran Kabupaten Lingga ke kota Batam, kini masa kontraknya akan berakhir pada tgl 26 Oktober 2022. Jadwal keberangkatan RORO saat ini tampak mulai tidak normal lagi.

Persoalan tersebut, otomatis akan mempengaruhi pasokan kebutuhan pokok, khususnya Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat kabupaten Lingga.

Sejumlah pengguna jasa Roro yang melayani pelayaran Kabupaten Lingga ke kota Batam turut resah dan sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Mereka ingin ada ketegaan pemerintah provinsi dan Pemkab Lingga dalam menyikapi permasalan ini. Salah satunya adalah jadwal normal keberangkatan RORO pada saat ini.

Seperti yang di keluhan, Pahan, seorang pemilik usaha expidesi lintas Dabok ke Batam. Menurutnya pemerintah daerah harus sigap dalam mengambil keputusan perpanjangan kontrak subsidi ke ASDP/KMP Senangin.

“Usaha saya ini akan mangkrak apa bila rute Roro KMP Senangin jalannya hanya satu Minggu sekali. Infonya selesai masa kontraknya pada tgl 26 Oktober. Ini RORO akan Of beroperasi selama dua bulan. Yang di khawatirkan harga sembako akan naik. Dan Stok kebutuhan pokok masyarakat akan menipis,” ujarnya bernada kesal saat di wawancarai Beritabatam.com pada Sabtu (22/10/2022).

Hal yang sama juga disampaikan, Gareng, pengusaha ekspedisi barang bersama rekan pengusaha lainnya di Kabupaten Lingga.

“Jika keberangkatan kapal RORO tidak menentu seperti ini, maka Lingga terancam krisis bahan kebutuhan pokok,” tegas Gareng.

Menurutnya, barang dan kebutuhan pokok masyarakat Kabupaten Lingga 70 persennya di pasok dari luar daerah. Diantaranya dari kota Batam, dan kota Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepri.

“Jadi ada dua jadwal kapal RORO yang meayani pelayaran Lingga ke Batam, dan Lingga ke Tanjungpinang. Jadwal keberangkatanya sama. Satu Minggu sekali,” terang Gareng.

Di lain hal, persatuan pengusaha ekspedisi sebenarnya telah berinisiatif untuk mendatangkan kapal RORO milik swasta jika RORO Senangin tidak beroperasi lagi. RORO yang di datangkan hanya melayani pelayaran Lingga ke Batam. Dan pihak pemilik RORO swasta sudah bersedia mengoperasikan kapalnya.

Namun yang menjadi persoalan adalah, jika memakai RORO swasta biaya tiketnya terbilang mahal. Otomatis biaya yang di keluarkan perusahaan ekspedisi akan menjadi besar. Tentunya nanti akan mempengaruhi harga kebutuhan pokok akan melambung tinggi di Kabupaten Lingga.

“Kalau menggunakan RORO KMP Senagin agak murah karena ada subsidi dari pemerintah. Biasanya untuk tiket mobil ekspedisi di kenakan Rp1.150.000 sekali pergi. Sedangkan untuk RORO swasta harga tiketnya lebih mahal, hampir 2 juta rupiah. Jadi kita ingin ada solusi dari pemerintah dalam persoalan ini,” ungkap Pahan menimpali. (Purwanto)